Kamis, 08 Juli 2010

The Story of ULO

Pada jaman dahulu kala, terbentuklah sebuah kelas di kelas X-5 dengan nama "Semut Kecil" (Sepuluh Lima imut-imut, kece dan gokil). Saat pertama kali terbentuk, mereka merasa sangat canggung, tidak terlalu mengenal satu sama lain. Wajah dan penampilan mereka pun masih sangat cupu. Lihat saja dalam foto ini



Seiring dengan berjalannya waktu, anak-anak "Semut Kecil" mulai saling mengenal lebih jauh satu sama lain. Mereka pun merasakan keasyikan, keseruan, dan kegokilan anak-anak "Semut Kecil" dan timbullah kekompakan diantara mereka. Akhirnya, nama "Semut Kecil" berubah menjadi "ULO" (Sepuluh Limo DEWO. Sedangkan DEWO memiliki arti geDE ilmune, doWO umure). Penyebab kekompakan "ULO" antara lain adalah: ngerjain tugas bareng-bareng, nggak ngerjain tugas bareng-bareng, ulangan pun juga bareng-bareng, dll. Karena kekompakan mereka yang sangat sangat kompak, akhirnya mereka masuk koran



Kekompakan mereka tidak hanya sampai sana, mereka memiliki acara bulanan yang mereka sebut "bakar-bakar". Bakar jagung, bakar roti, bakar pisang, bakar rumah (yang ini bohong), dll. Gak cuma bakar-bakar tapi juga ada masak-masak,

tumpengan, traktiran, dll. Dan acara "ULO" yang terseru adalah naik gunung "Watu Pecah"



(gak tau gunung pendek apa bukit tinggi, yang jelas statusnya masih dipertanyakan). Dan karena kekompakan mereka yang sangat sangat kompak dan tiap hari makin kompak, mereka akhirnya masuk TV!


Sekarang, saat mereka harus berpisah karena seorang penjahat bernama B*, dan akhirnya mereka jarang bertemu karena terpisah antara jarak dan waktu juga karena kesibukan masing-masing, padahal sebenarnya mereka sangaaat kangen dengan ULO, mereka hanya bisa berharap mereka tidak akan pernah melupakan anak-anak ULO satu sama lain sampai mereka menjadi kakek-kakek dan nenek-nenek. Semoga harapan mereka tercapai. Amin... :)

4 komentar: