Setahun kemaren, aku ada di titik rendah. Aku marah. Marah sama diriku sendiri, marah sama keadaan, marah sama temen-temen yang bahagia, karena aku enggak. Sebagian besar waktuku dalam setahun, aku gunain buat mencoba, gagal, mencoba, gagal, jatuh, kecewa, sampe aku gatau hidupku mau dibawa kemana. Aku iri lihat orang lain bisa mencintai diri mereka sendiri. Aku iri lihat orang di sekitarku "hidup". Aku ngerasa badanku bernyawa, tapi ga berjiwa. Cuman satu yang aku punya, percaya. Aku percaya, kalo apa yang kita usahakan baik, akan berujung baik walau harus diulang berkali-kali dulu. Kalo kata salah satu selebtwit (@greschinov), "1.000.000 kali jatuh, 1.000.001 kali bangkit", aku 100% setuju.
Sekarang, aku gatau harus bersyukur kayak gimana setelah doa dan usahaku dijawab "Ya" sama Allah. Walaupuuun, aku harus pergi ribuan kilometer (dua kali pesawat dan dua kali perjalanan darat) jauhnya dari rumah dan keluargaku tercinta. Gapapa... aku udah dikasih waktu setaun lebih buat istirahat dan kumpul sama orang-orang tersayang. Aku sadar sekarang, tiap kita lagi di bawah akan ada hikmah yang kita dapet, dan tiap kita di atas akan ada konsekuensi yang harus di bayar. Galau dan stressku dibayar dengan jadi lebih kuat, dan terwujudnya mimpiku dibayar dengan hidup jauh dari keluarga. Gitu ya, Allah tu selalu ngejawab doa dengan pengalaman yang bakal bikin kita naik level. Bukan, aku bukan ngerasa udah jadi Betty yang bagus banget. Seenggaknya, satu level di atas Betty yang kemaren. Yay! (Insyaallah) literally new year new me :)